Header Ads

  • Rilis Baru

    Materi Instrumentasi Sistem Pengukuran Dan Kontrol

    Jika diperhatikan, di suatu industri terdapat sebuah sistem terpenting, yaitu instrumentasi. Sesuai dengan pengertiannya, instrumentasi adalah peralatan yang difungsikan untuk mengukur dan mengendalikan proses agar nilai dari suatu variabel sesuai dengan yang diinginkan. Secara garis besar, jika membicarakan materi instrumentasi, terdapat dua fungsi utama: instrumentasi sebagai alat kontrol atau kendali dan instrumentasi sebagai alat pengukur.

    Materi Instrumentasi Sistem Pengukuran

    Materi Instrumentasi Sistem Pengukuran

    Materi instrumentasi dimulai pada sistem pengukuran. Pengukuran merupakan proses pengumpulan informasi melalui besaran fisis. Melalui pengumpulan informasi, berupa tindakan untuk membandingkan harga atau nominal variabel yang diukur menggunakan variabel lain, nominal atau harganya bisa diketahui.

    Besaran fisis yang saya maksud pada artikel ini adalah besaran waktu, tekanan, panjang, temperatur, dan kecepatan. Pengukuran amat diperlukan pada instrumentasi karena untuk mengindikasi dan monitoring suatu proses, kontrol, dan otomatis, serta digunakan untuk custody transfer dan billing.

    Pengontrolan pada Instrumentasi

    Pada paragraf ketiga ini saya akan menguraikan beberapa poin penting yang ada di dalam instrumentasi sebagai sistem pengukuran. Poin-poin tersebut terdiri atas:

    a. Pengondisian besaran

    Sebelum dilakukan proses pengukuran, kamu perlu melakukan pengondisian besaran yang akan atau ingin diukur. Hal ini dilakukan agar memaksimalkan pengukuran.

    b. Transmisi data

    Transmisi data merupakan komponen untuk mengirim sinyal dari satu elemen ke elemen lainnya—pada sistem pengukuran. Sinyal ditransmisikan lewat media transmisi, seperti kabel untuk sinyal listrik, serat optik untuk sinyal optik, dan pipa untuk transmisi sinyal pneumatic.

    c. Sensor

    Sensor merupakan suatu instrumen yang dipakai untuk merasakan suatu besaran fisis. Besaran fisis yang kamu ukur bisa berupa bentuk termal, mekanik energi listrik, dan lain sebagainya.

    Sensor terdapat sebuah komponen penting, yaitu transduser: suatu instrumen yang mengubah bentuk dari suatu energi besaran fisika menjadi besaran sinyal. Kemudian, sinyal akan mengalami pengolahan sehingga bisa kamu gunakan dalam proses lanjutan.

    d. Pengontrol

    Besaran fisika yang sudah kamu ukur dan dikontrol akan menghasilkan nilai yang sesuai dengan harapan. Sinyal yang sudah ditransmisikan dapat kamu bandingkan menggunakan set point atau nilai yang diharapkan.

    Langkah lanjutan adalah melakukan pengontrolan agar perbedaan nilai yang kamu ukur menggunakan set point merupakan nilai terkecil.

    e. Aktuator

    Seusai memutuskan tindakan yang akan dilakukan demi ukuran sinyal tetap terukur dan mendekati nilai yang diinginkan, maka sinyal dari pengontrol akan dikirimkan ke akuator.

    Akuator merupakan suatu instrumen yang digunakan untuk melaksanakan tindakan atau perintah yang diinginkan oleh pengontrol.

    f. Sistem

    Sistem yang saya maksud dalam instrumentasi pengukuran adalah suatu yang akan diukur. Nah, sistem akan berkaitan dengan aktuator, karena akan menerapkan tindakannya pada sistem.

    g. Sistem kontrol

    Di industri, keberadaan sistem kontrol amat dibutuhkan karena digunakan untuk memastikan keseluruhan proses agar berjalan dengan baik. Pengontrol pada dasarnya meliputi temperatur, pengontrolan level,flow aliran, dan pressure.

    Pada materi instrumentasi terdapat dua jenis pengontrolan yang sering digunakan, yaitu feed back controller dan feed forward.

    Meskipun memiliki dua jenis, beberapa kalangan lebih memilih pengontrol jenis PID atau Proportional, Integral, Derivative.

    • Pengontrol proportional lebih sering digunakan karena bisa memperkecil offset: perbedaan nilai output dengan set point yang sudah ditentukan, dan bisa mempercepat respons agar sesuai dengan keinginan.
    • Pengontrol integral dapat kamu gunakan untuk menghilangkan offset, sayangnya memiliki kekurangan, yaitu memperlambat respons. Secara teknis, pengontrol integral yang dipadukan dengan pengontrolproportional akan membentuk PI, maka diperoleh respons yang cepat dan offset yang amat kecil.
    • Yang terakhir, pengontrol derivative memiliki fungsi untuk d memperbesar redaman dan meningkatkan pengontrol proportional membuat respons yang cepat dan sistem yang stabil, sedangkan pengontrol PD digunakan untuk proses yang lambat, contoh pengontrol temperatur. Kamu tidak bisa menggunakan pengontrolan derivative saja karena akan memperkuat noise atau sinyal frekuensi tinggi.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad