Instrumentasi Laboratorium Pada Alat Bantu Manusia Berdasarkan Hukum Fisika

Diposting pada

Instrumentasi laboratorium berkaitan dengan instrumentasi medik yang merupakan salah satu bagian dari kelompok keahlian kontrol dan instrumentasi pada teknik fisika. Sesuai dengan nama, instrumentasi medik fokus terhadap instrumentasi yang berhubungan dengan dunia medis dan laboratorium.

Instrumentasi Laboratorium

Instrumentasi laboratorium dan Sistem Kerja Tubuh Manusia Berdasarkan Hukum Fisika

Untuk mengembangkan instrumentasi demi kepentingan umat manusia, terutama di bidang medis, dibutuhkan pemahaman terkait tubuh manusia dan ketersediaan instrumentasi laboratorium. Proses merancang instrumentasi medis dibuat berdasarkan permodelan terkait fenomena fisika yang terjadi pada tubuh manusia.

Instrumentasi medik yang sedang dikembangkan saat ini, yaitu e-nosem,wheel chair, dan pencitraan kulit. Ada juga instrumentasi medik yang sedang dimulai penelitiannya, yaitu simulator medis yang berbasis haptic. Kemudian, penelitian tentang instrumentasi medis ini mulai dilanjutkan sebagai topik TA.

Instrumentasi Laboratorium Pada Berbagai Macam Alat Bantu 

Wheel chair adalah alat bantu bagi orang-orang yang mempunyai keterbatasan gerak: dikarenakan cacat fisik maupun mengalami gangguan motorik sejak lahir. Bagi para pengguna lainnya, wheel chair masih bisa dikendalikan oleh mereka sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain.

Namun, masih ada pengguna wheel chair yang membutuhkan bantuan dari orang lain untuk menggerakkan kursi rodanya agar pengguna kursi rida mampu bergerak lebih bebas: dibuatlah wheel chair yang bisa bergerak cukup dengan berpikir saja.

Cara kerjanya, saat manusia sedang berpikir untuk menggerakkan sesuatu, terdapat saraf-saraf di otak yang mengirim sinyal ke organ tubuh yang diminta untuk bergerak. Melalui cara yang sama, sinyal berupa impuls listrik ini akan ditangkap oleh EEG, yang kemudian diproses hingga menjadi perintah pada wheel chair untuk digerakkan ke depan, ke belakang, belok, atau berputar.

Berawal dari ketertarikan para peneliti terhadap industri kopi, maka ide E-nose (electrical nose) lahir lewat beragam penelitian. Laiknya di dunia musik, terdapat orang-orang tertentu yang mempunyai Indera pendengaran yang amat peka, begitu juga dengan adanya orang-orang yang mempunyai Indera penciuman yang amat peka.

Nah, orang-orang inilah yang direkrut industri kopi untuk dijadikan pemilah biji kopi: mana yang berkualitas baik dan mana yang berkualitas buruk. Oleh sebab itu, kemampuan penciuman setiap orang memang berbeda-beda, tentunya kualitas kopi yang dipilah juga berbeda-beda.

Maka dari itu, untuk menyamaratakan kualitas, munculah ide untuk membuat e-nose, sebuah sensor untuk aroma. Kelak, suatu saat nanti, pemilahan biji kopi dapat dilakukan menggunakan mesin, sehingga setiap cangkir kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang sama.

Kalau ide e-nose berdasarkan dari ketertarikan penelitian terhadap industri kopi dan dilanjutkan ke instrumentasi laboratorium, maka untuk pencitraan kulit berasal dari ketertarikan penelitian dari industri kosmetik. Kamu tentu sadar jika di luar sana terdapat berbagai macam merek kosmetik yang menjual produk anti-kerut.

Proses penelitian dimulai lewat simulator medis berbasis haptic. Haptic merupakan suatu alat seperti sensor yang cara kerjanya mengolah masukan berupa getaran, gaya, dan pergerakan dari pengguna laiknya Indera peraba.

Nah, simulator yang akan diciptakan berupa simulator yang memiliki fungsi untuk menyuntik sumsum tulang belakang.

Ide ini berdasarkan dari keluhan dokter dan para perawat. Simulator ini kelak akan berguna bagi dokter dan perawat dalam proses penyuntikan sumsum tulang belakang.

Demikianlah informasi yang bisa saya ulas tentang alat bantu untuk sistem kerja tubuh manusia. Semoga memberikan manfaat bagimu.

Sekian dari saya, terima kasih, dan sampai jumpa di lain waktu. Baca artikel lainnya tentang alat-alat instrumentasi dan makalah instrumentasi yang mungkin terkait dengan pencarian kamu.

Instrumentasi dot Info member of Abi NetWork
loading...
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.