Instrumentasi Kelautan: Remotely Operated Vehicle

Sebelum beranjak ke pembahasan tentang instrumentasi kelautan, ada baiknya jika kamu mengetahui tentang instrumentasi yang merupakan alat-alat dan peranti atau device yang digunakan untuk mengukur dan mengendalikan dalam suatu sistem yang berukuran lebih besar dan lebih kompleks.

Namun secara umum instrumentasi memiliki tiga fungsi utama, yaitu untuk mengukur, untuk menganalisis, dan untuk mengendalikan.

Instrumentasi Kelautan: Remotely Operated Vehicle

Echosounder Sebagai Bagian Analisis dari Instrumentasi Kelautan

Nah, kalau pengertian instrumentasi kelautan adalah suatu bidang ilmu tentang kelautan yang berhubungan dengan device atau peranti dan alat-alat yang digunakan untuk mengukur dan mengendalikan dalam suatu sistem yang berukuran lebih besar dan lebih rumit di dalam dunia kelautan.

Instrumentasi kelautan digunakan sebagai alat pengukur, yang meliputi:

  • Instrumentasi survey atau statistik Disolve Oxigen (DO),
  • Instrumentasi pengukuran suhu, pH perairan, Salinitas, Turbiditas, dan lain sebagainya.

Contoh dari instrumentasi sebagai alat yang digunakan sebagai analisis dalam dunia kelautan adalah echosounder, yang bisa menganalisis dan mendeteksi di bawah air laut.

Cara kerja sistem pengukuran, analisis dan kendali di dalam instrumentasi ini dapat dilakukan secara manual yang hasilnya dapat kamu baca dan ditulis menggunakan tangan, tetapi dapat juga kamu lakukan secara otomatis menggunakan komputer, berupa sirkuit elektronik.

Untuk jenis yang kedua, kamu perlu memperhatikan karena instrumentasi tidak dapat dipisahkan dengan bidang elektronika dan instrumentasi itu sendiri.

Instrumentasi Kelautan pada Alat Bernama Remotely Operated Vehicle (ROV)

Pada bidang instrumentasi laut memiliki beberapa contoh, yaitu definisi dari ROV adalah Remotely Operated Vehicle menurut The National Research Council Committee’s dalam “Undersea Vehicles and National Needs” (1996) dan Marine Technology Society ROV Committee’s dalam “Operational Guidelines for ROVs” (1984), merupakan sebuah robot bawah laut yang dapat dikendalikan oleh sebuah operator ROV, agar tetap dalam kondisi yang aman, sewaktu ROV sedang bekerja di lingkungan yang berbahaya.

Di bidang instrumentasi laut, Remote Operation Vehicle (ROV) dikenal sebagai nama umum bagi sebuah kappa selam berukuran mini yang sering digunakan pada industri minyak mentah dan gas lepas pantai. Kapal selam ini tidak berawak, melainkan dioperasikan dari kapal lai.

Kedua jaringan saling terhubung melalui kabel yang memiliki fungsi sebagai penambat. Remotely Operated Vehicle tersusun dari satu set pengapung besar yang di bagian atas sasi terbuat dari baja atau aluminium agar terlindungi dan dapat mengapung, sedangkan pengapung tersebut sering kali dibaut dari bahan busa sintetis.

Di bagian bawah konstruksi sudah terpasang alat sensor yang berat. Komposisi ini—komponen yang ringan di atas dan berat di bawah—mampu menghasilkan pemisah yang berdampak besar, antara pusat apung dan pusat gravitasi.

Maka dari itu, alat ini lebih stabil saat di dasar laut, sewaktu melakukan tugas-tugasnya. Remotely Operated Vehicle mempunyai kemampuan bermanuver yang tinggi disebabkan kabel penambat memiliki fungsi sebagai pengirim energi listrik, serta data video dan sinyal.

Saat bertugas memasang kabel listrik bertegangan tinggi, Remotely Operated Vehicle sering kali ditambahkan tenaga hidrolik. sistem Remotely Operated Vehicleini terdiri atas;

  • Vehicle, yang dihubungkan dengan umbilical dan ditujukan ke ruang kontrol
  • Kemudian dilanjutkan ke operator yang terdapat di atas permukaan laut—yang biasanya di kapal, rig, atau di barge.

Nah, bagaimana sudah cukup paham kah denganinstrumentasi kelautan yang fokus terhadap pembahasan Remotely Operated Vehicle (ROV) di atas?! Semoga ulasan kali ini memberikan manfaat dan sampai jumpa di lain waktu.

Terima kasih.

Instrumentasi dot Info member of Abi NetWork

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Tags: